Ikuti Kami
perbankan

Menilik Perkembangan Bank Digital di Indonesia

Rindy Ariani
Publish
Menilik Perkembangan Bank Digital di Indonesia

Bank digital merupakan bank yang bekerja layaknya perbankan secara umumnya, namun perbedaannya dilakukan melalui aplikasi di gadget ataupun lewat website. Bank digital memungkinkan Anda untuk tidak datang langsung ke bank, tetapi memeroleh pelayanan secara mandiri.

Bank digital mencakup keseluruhan layanan perbankan mulai darimemperoleh informasi, melakukan komunikasi, registrasi, administrasi rekening, otorisasi transaksi, pengelolaan keuangan, pembukaan/penutupan rekening, transaksi digital, dan pelayanan produk keuangan lain (nasihat keuangan, investasi, transaksi sistem perdagangan e-commerce, dan sebagainya) berdasarkan persetujuan OJK.

Peraturan Mengenai Bank Digital

Peraturan Mengenai Bank Digital

Berbicara mengenai pelayanan bank digital, OJK sendiri telah mengeluarkan peraturan OJK No. 12/POJK.03/2018 tentang Penyelenggaraan Layanan Perbankan Digital oleh Bank Umum serta Panduan Penyelenggaraan Digital Branch oleh Bank Umum.

Menurut OJK, beberapa hal yang terpenting dalam penyelenggaraan bank digital ini adalah terkait keamanan transaksi, sistem terintegrasi, efektivitas biaya, dan perlindungan nasabah agar dipercaya oleh banyak pihak terutama nasabah.

Dalam pelaksanaannya, bank digital dapat diselenggarakan melalui penyediaan beberapa jenis media digital yang digunakan secara mandiri, misalnya perangkat keras penyedia berbagai informasi, papan ketik untuk memasukkan data dan perintah, mesin pembaca KTP-elektronik, kamera, microphone, speaker, video banking, papan tanda tangan elektronik, cash deposit machine, perangkat pencetak kartu, EDC, ATM, dan sebagainya.

Kelebihan dan Kekurangan Bank Digital

Berbicara mengenai layanan perbankan digital, tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing dibalik berbagai layanan yang ditawarkan.

Kelebihan

Kelebihan dari bank digital yang bisa Anda dapatkan adalah sebagai berikut:

  • Memberikan layanan keuangan yang menyeluruh, karena dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas selama teknologi tersedia di daerah tersebut.
  • Tidak perlu datang secara langsung ke bank, layanan tersedia selama 24 jam apapun kebutuhannya.
  • Hemat waktu dan biaya, misalnya waktu perjalanan dan biaya perjalanan dapat dihemat
  • Dapat diakses di mana saja, baik via gadget maupun laptop
  • Mudah dan praktis dalam penggunaan dan pengajuannya
  • Memberikan keamanan dan kenyamanan bagi penggunanya
  • Mengurangi penggunaan kertas.

Kekurangan

Namun, di balik itu semua, bank digital memiliki kekurangan yaitu:

  • tidak dapatnya diakses jika tiba-tiba koneksi internet mengalami gangguan teknis
  • serta potensi pertetasan dana nasabah oleh hacker yang tidak bertanggung jawab.

Tetapi, selama Anda memilih bank digital yang terpercaya, kekurangan-kekurangan tersebut dapat diantisipasi dengan baik.

Syarat Pendirian Bank Digital

Menurut OJK, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi agar bank digital dapat resmi didirikan, yaitu sebagai berikut:

  • Menyediakan modal utama senilai 10 triliun rupiah untuk menyelenggarakan bank digital
  • Memiliki model bisnis perbankan digital berbasis teknologi yang inovatif dan dapat mengelolanya secara berkesinambungan
  • Memiliki manajemen risiko secara memadai
  • Memenuhi aspek tata kelola di bidang teknologi
  • Mampu menjalankan perlindungan terhadap keamanan data nasabah
  • Berkontribusi terhadap perkembangan ekosistem keuangan digital

Selain itu, meskipun bank digital melakukan pelayanan secara online, bank ini harus tetap memiliki minimal 1 (satu) kantor fisik misalnya kantor pusat.


Read:
10 Daftar ATM yang tidak ada Potongan Tiap Bulan

Bank Digital di Indonesia

Secara umum, OJK mengklasifikasikan bank digital menjadi dua jenis, yaitu bank baru yang full melakukan pelayanan secara digital, dan bank umum yang bertransformasi menjadi bank digital selain melakukan pelayanan di bank secara langsung.

Secara keseluruhan, berikut ini bank digital yang telah resmi berdiri di Indonesia:

1. Jenius (Bank BTPN)

Jenius ini bank digital pertama di Indonesia dari PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BPTN) sejak 5 tahun silam. Dengan Jenius Pay, maka Anda dapat melakukan transaksi apa pun termasuk belanja online dengan berbagai merchant terkait.

Selain itu, Flexi Cash disediakan bagi Anda yang mau mengajukan pinjaman yang praktis hanya lewat apikasi saja.

2. Wokee (Bank Bukopin)

Wokee adalah bank digital milik Bank Bukopin yang diluncurkan sejak 3 tahun silam (2018). Aplikasi ini dapat Anda gunakan untuk melakukan transaksi, belanja, beli pulsa, dan melakukan top up saldo dompet digital. Selain itu, Wokee memiliki fitur Merchant Cardless Withdrawal, di mana Anda dapat melakukan tarik tunai tanpa kartu di merchant yang telah menjadi mitranya Bank Bukopin.

3. Digibank (Bank DBS)

Digibank adalah bank digital milik DBS yang beroperasi sejak 3 tahun silam (2018). Dengan bank ini, Anda dapat melakukan transaksi apa pun termasuk pemayaran saat belanja online serta pembayaran tagihan internet, PAM, listrik, asuransi, dan kartu kredit. Yang menariknya lagi, DBS juga terintegrasi dengan flip.id, layanan transaksi antar bank yang bebas biaya..

4. TMRW (Bank UOB)

TMRW adalah penggabungan dari layanan tabungan dan layanan kartu kredit. Aplikasi ini telah ada sejak Agustus 2020. Selain itu, TMRW juga mendukung metode pembayaran lewat QR Code demi kemudahan pembayaran hanya dengan memindai kode tersebut.

5. Jago (Bank Jago)

Bank Jago termasuk aplikasi yang terbilang baru, karena baru diluncurkan pada pretengahan April 2021 lalu. Meskipun demikian, terdapat fitur unggulan seperti Kantong yang dapat diibaratkan sebagai tabungan bersama. Review selengkapnya mengenai kelebihan dan kekurangan bank jago dapat dilihat pada laman investbro.id.

6. MotionBanking (MNC Bank)

MotionBanking merupakan aplikasi yang diluncurkan dari MNCBank, di mana Anda dapat melakukan transaksi finansial dan nonfinansial (isi ulang pulsa dan pembayaran MNC) serta dapat membuka tabungan dan menikmati layanan kartu kredit, pinjaman, dan deposito.

Aplikasi ini dilengkapi dengan full biometric onboarding, di mana Anda dapat login hanya dengan sidik jari, serta membuka akun hanya dengan melakukan selfie dan menginformasikan beberapa klarifikasi data.

7. Blu (BCA)

Aplikasi yang baru diluncurkan pada Juli lalu yaitu Blu, bank digitalnya BCA. Bank ini telah terintegrasi dengan infrastruktur BCA seperti ATM, sehingga Anda dapat melakukan tarik/setor tunai secara gratis. Terdapat berbagai fitur inovatif yang disediakan Blu yaitu bluAccount, bluSaving, bluGether, bluDeposit, dan sebagainya yang dapat mendukung Anda dalam melakukan transaksi, top up, serta pembayaran tagihan.

Selain itu, beberapa bank lainnya masih dalam proses untuk menyediakan bank digital, seperti BRI Agroniaga, Bank Neo, Bank Capital, Bank Harda International, Bank QNB Indonesia, dan Bank KEB Hana.


Read:
Aktivasi Mobile Banking BNI Gagal Terus: Begini Cara Mengatasinya!

Potensi Perkembangan Bank Digital di Indonesia

Sejauh ini, terdapat beberapa hal yang menyebabkan bank digital menjadi suatu hal yang potensial untuk dikembangkan di Indonesia.

Saat ini, Indonesia masih menempati peringkat 4 jumlah penduduk terbesar di dunia, yaitu sekitar 272 juta penduduk, di mana 137 juta di antaranya adalah angkatan kerja alias masih berada pada usia-usia produktif yang mungkin dapat memiliki inovasi yang dapat dikembangkan untuk negara Indonesia.

  1. Sebesar 65,3% dari populasi Indonesia, atau setara dengan 175 juta penduduk Indonesia, merupakan pengguna Internet.
  2. Menurut Kemenkominfo, jaringan layanan internet 4G telah melayani hingga 82% wilayah Indonesia, bahkan kemungkinan akan ada jaringan 5G.
  3. Pada tahun 2020, nilai transaksi digital di Indonesia mencapai 27 triliun rupiah, dan kemungkinan pada tahun 2021 akan naik hingga mencapai lebih dari 35 triliun.
  4. Berdasarkan riset eConomy SEA 2019, jumlah penduduk yang tidak dapat mengakes bank mencapai sekitar 92 juta jiwa, dengan persentase masyarakat dewasa sebesar 51% berdasarkan data riset Menko Perekonomian tiga tahun silam, hanya karena lokasinya yang berada di daerah perbatasan dan terpencil.
  5. Amerika Serikat berkontribusi dalam melakukan transaksi digital sebesar 124 miliar dollar AS atau setara dengan 1.736 triliun rupiah.
  6. Menurut Deputi Komisioner OJK Institute dan Keuangan Digital, Imansyah, sekitar 77,5% nasabah masih menganggap bank menjadi pilihan utama untuk mendukung kesejahteraan secara finansial jangka panjang. Selain itu, 59,5% nasabah menginginkan integrasi sistem pelayanan bank secara fisik dan digital.
  7. Terdapat 60 juta usaha UMKM namun hanya sekitar 30%-nya yang mendapat fasilitas perbankan.
  8. Penggunaan smartphone meningkat sebesar 30-50% per tahun berdasarkan data dari e-Marketer.
  9. Berdasarkan catatan Kementerian Koperasi dan UMKM satu tahun yang lalu, terdapat 129 juta penduduk yang menggunakan e-commerce dengan nilai transaksi mencapai lebih dari 260 triliun rupiah.

Maka dari itu, bisnis bank digital seakan-akan menjadi momentum untuk memberikan pelayanan yang lebih baik, lebih praktis, lebih mudah, dan lebih efisien bagi masyarakat karena mudah diakses di mana saja dan kapan saja.

Apalagi karena saat ini masih Pandemi Covid-19, yang mengharuskan inovasi secara online, setiap bank dapat menyediakan layanan bank digital untuk mempermudah masyarakat termasuk pula Anda.

Bahkan Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner OJK, mengatakan bahwa bank digital dapat membuat ekonomi digital nasional menjadi yang terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2025 nanti, sehingga dimungkinkan bahwa industri jasa keuangan mampu menjadi industri yang kompetitif, adaptif, serta berkelanjutan dalam hal pemulihan ekonomi nasional.

KESIMPULAN

Jadi, bank digital bisa dikembangkan secara luas di Indonesia karena teknologi yang ada sekarang agar bisa meluas hingga ke seluruh Indonesia. Tunggu kabar baiknya soal bank-bank digital selanjutnya, ya! Semoga bermanfaat!


Terkait

Artikel Terbaru

Menilik Perkembangan Bank Digital di Indonesia Menilik Perkembangan Bank Digital di Indonesia
perbankan October, 2021
Menilik Perkembangan Bank Digital di Indonesia

Bank digital merupakan bank yang bekerja layaknya perbankan secara umumnya, namun perbedaannya dilakukan melalui aplikasi di gadget ataupun lewat website

JAG: Aplikasi Penghasil Uang Tanpa Modal Langsung Cair JAG: Aplikasi Penghasil Uang Tanpa Modal Langsung Cair
serba serbi October, 2021
JAG: Aplikasi Penghasil Uang Tanpa Modal Langsung Cair

Sebagai apk terbaru untuk menghasilkan uang, Anda pasti dapat menggunakan JAG untuk menghasilkan uang dari internet

Snack Video Apk Penghasil Uang Terbaru Terbukti Membayar Snack Video Apk Penghasil Uang Terbaru Terbukti Membayar
serba serbi October, 2021
Snack Video Apk Penghasil Uang Terbaru Terbukti Membayar

Di antara sekian banyak aplikasi penghasil uang tanpa modal, Snack Video adalah salah satunya. Mungkin sebagian dari Anda masih belum yakin dengan hal ini dan masih bertanya-tanya apakah Snack Video Apk sudah terbukti membuahkan hasil?

Aplikasi Penghasil Uang Asli Dari Novelah Aplikasi Penghasil Uang Asli Dari Novelah
serba serbi October, 2021
Aplikasi Penghasil Uang Asli Dari Novelah

Sejak diluncurkan awal Agustus 2021, aplikasi penghasil uang terbaru seperti Novelah menjadi viral karena diklaim bisa menghasilkan uang dengan cepat

Tiktok Shop Seller: Aplikasi Penghasil Uang Instan Tiktok Shop Seller: Aplikasi Penghasil Uang Instan
serba serbi October, 2021
Tiktok Shop Seller: Aplikasi Penghasil Uang Instan

Selain menjadi media sosial yang terkenal bagi banyak orang, Tiktok mengambil kemenangan tambahan dengan fitur terbarunya, Penjual Toko Tiktok

4 APK Penghasil Saldo Dana Terbaru 2021 4 APK Penghasil Saldo Dana Terbaru 2021
serba serbi October, 2021
4 APK Penghasil Saldo Dana Terbaru 2021

Ada banyak aplikasi penghasil uang terbaru dan tentunya masih legit untuk dicoba. Juga tugas dan cara mendapatkan uang di aplikasi sangat mudah

7 Pinjaman Online Terbaik 2021 Pencairan Mudah 7 Pinjaman Online Terbaik 2021 Pencairan Mudah
pinjol September, 2021
7 Pinjaman Online Terbaik 2021 Pencairan Mudah

Saat ini pinjaman online terbaik 2021 sudah banyak digunakan sebagai alternatif kebutuhan pembiayaan yang mendesak